Penelitian hukum di era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang tidak pernah ada sebelumnya dalam hal pengelolaan data. Di satu sisi, digitalisasi telah membuat akses terhadap berbagai sumber data hukum menjadi jauh lebih mudah: peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, literatur ilmiah, dan berbagai data empiris tentang fenomena hukum kini tersedia dalam format digital yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Di sisi lain, melimpahnya data ini juga menciptakan tantangan baru tentang bagaimana mengelola, menganalisis, dan menyimpan data tersebut secara efektif dan bertanggung jawab.
Kurikulum Doktor Ilmu Hukum UMS secara eksplisit memasukkan kemampuan untuk mengelola, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi hasil penelitian sebagai salah satu keterampilan umum yang harus dikuasai lulusan. Kompetensi ini sangat relevan mengingat semakin banyak penelitian hukum yang bersifat empiris dan membutuhkan pengelolaan data yang sistematis dan rigorous.
Dalam penelitian hukum normatif pun, pengelolaan data digital menjadi semakin penting. Sebuah penelitian yang menganalisis perkembangan yurisprudensi Mahkamah Konstitusi selama dua dekade, misalnya, mungkin harus mengelola ratusan putusan dalam format digital. Kemampuan untuk mengorganisasi, mengindeks, dan menganalisis korpus data yang besar ini membutuhkan keterampilan pengelolaan data yang solid.
Isu keamanan dan etika data juga menjadi perhatian penting dalam penelitian hukum kontemporer. Ketika penelitian melibatkan data pribadi subjek penelitian (misalnya dalam penelitian sosiologi hukum atau kriminologi), peneliti harus memastikan bahwa data tersebut dikumpulkan, disimpan, dan digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi yang berlaku. Isu ini semakin relevan dengan diterbitkannya Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi di Indonesia.
DIH UMS berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswanya menghadapi tantangan pengelolaan data penelitian di era digital ini. Melalui berbagai mata kuliah dan kegiatan akademik, mahasiswa dibekali dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola data penelitian secara efektif, etis, dan sesuai dengan standar ilmiah internasional. Kompetensi ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi lulusan DIH UMS di pasar kerja akademis yang semakin kompetitif.