Kemampuan menulis karya ilmiah yang berkualitas tinggi merupakan salah satu kompetensi paling strategis yang harus dimiliki seorang doktor hukum. Sayangnya, kemampuan ini seringkali menjadi titik lemah dari banyak akademisi hukum Indonesia, yang menyebabkan rendahnya tingkat publikasi hukum Indonesia di jurnal-jurnal bereputasi internasional. Menyadari tantangan ini, DIH UMS memasukkan mata kuliah Legal Academic Writing sebagai bagian integral dari kurikulumnya.
Legal Academic Writing bukan sekadar pelajaran tata bahasa atau teknik penulisan. Ia mencakup pemahaman mendalam tentang bagaimana argumen hukum yang kuat dibangun dan disajikan secara tertulis, bagaimana literatur hukum internasional diidentifikasi dan dimanfaatkan, bagaimana proses review dan revisi artikel ilmiah berlangsung, serta bagaimana strategi yang tepat untuk memilih jurnal yang sesuai dengan topik dan kualitas tulisan.
Dalam konteks hukum, tantangan penulisan akademik menjadi lebih kompleks karena penulis harus mampu mengintegrasikan analisis normatif, argumentasi teoritis, dan bukti empiris dalam satu narasi yang koheren dan meyakinkan. Selain itu, penulis hukum Indonesia juga menghadapi tantangan bahasa karena sebagian besar jurnal hukum bereputasi internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai medium komunikasi ilmiahnya.
DIH UMS merespons tantangan ini dengan merancang Legal Academic Writing sebagai mata kuliah yang bersifat praktis dan workshop-based. Mahasiswa tidak hanya belajar teori tentang penulisan ilmiah, tetapi langsung berlatih menulis dan mendapatkan umpan balik dari dosen maupun dari sesama mahasiswa. Proses latihan menulis yang intensif ini diharapkan dapat menghasilkan artikel-artikel yang siap untuk diajukan ke jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
Salah satu indikator keberhasilan seorang doktor hukum dari DIH UMS adalah kemampuannya untuk mempublikasikan artikel di jurnal terindeks SINTA 1 atau 2 (untuk tingkat nasional) atau di jurnal terindeks Scopus/Web of Science (untuk tingkat internasional). Kemampuan ini tidak datang secara otomatis, melainkan harus dilatih secara sistematis dan konsisten. Legal Academic Writing hadir untuk menjawab kebutuhan itulah.