Di antara mata kuliah pilihan yang ditawarkan dalam kurikulum Doktor Ilmu Hukum UMS, Prophetic World View (Pandangan Dunia Profetik) mungkin merupakan yang paling khas dan orisinal. Mata kuliah ini mencoba untuk membangun sebuah kerangka pandang tentang hukum dan dunia yang bersumber dari tradisi kenabian Islam, sebuah upaya yang sangat ambisius namun sangat relevan dalam konteks pengembangan ilmu hukum berbasis nilai ke-Islaman.
Prophetic World View berangkat dari gagasan bahwa para nabi dan rasul merupakan pembawa perubahan sosial yang paling fundamental dalam sejarah peradaban manusia. Mereka tidak hanya menyampaikan ajaran agama dalam pengertian ritual sempit, tetapi juga membawa transformasi menyeluruh dalam tatanan sosial, ekonomi, dan hukum masyarakat. Nilai-nilai yang mereka bawa, seperti keadilan, persamaan, kebebasan, dan rahmat bagi seluruh alam, merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering bagi pengembangan ilmu hukum.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajak untuk menggali bagaimana tradisi kenabian membentuk sistem hukum dalam sejarah peradaban Islam, bagaimana prinsip-prinsip hukum Islam berkembang dari fondasi wahyu menjadi sistem hukum yang komprehensif dan adaptif, serta bagaimana nilai-nilai kenabian tersebut dapat didialogkan dengan persoalan hukum kontemporer.
Salah satu kontribusi penting Prophetic World View adalah kemampuannya untuk memberikan kritik moral yang kuat terhadap berbagai ketidakadilan dalam sistem hukum modern. Ketika hukum positif gagal menjangkau keadilan substantif karena berbagai keterbatasannya, perspektif profetik dapat hadir sebagai suara moral yang mengingatkan bahwa tujuan akhir hukum adalah terwujudnya kehidupan yang adil dan bermartabat bagi semua manusia.
Bagi mahasiswa DIH UMS, Prophetic World View bukan hanya mata kuliah akademis yang memberikan nilai kredit. Ia merupakan kesempatan untuk merefleksikan kembali fondasi moral dari pilihan karier dan pengabdian mereka sebagai ahli hukum. Dengan pandangan dunia profetik yang kuat, seorang doktor hukum diharapkan tidak hanya menjadi ahli yang kompeten secara teknis, tetapi juga menjadi pejuang keadilan yang memiliki kompas moral yang jelas.